Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Test link

Search Suggest

Cara Berdialog Tematik: Pendasaran Teks

Ayat apa saja yang perlu dibahas ketika berdialog tematik Kristen - Islam?

Trinitas Tauhid

QS Asy Syura (42) : 51-52
wa mâ kâna libasyarin ay yukallimahullâhu illâ waḫyan au miw warâ'i ḫijâbin au yursila rasûlan fa yûḫiya bi'idznihî mâ yasyâ', innahû ‘aliyyun ḫakîm | wa kadzâlika auḫainâ ilaika rûḫam min amrinâ, mâ kunta tadrî mal-kitâbu wa lal-îmânu wa lâkin ja‘alnâhu nûran nahdî bihî man nasyâ'u min ‘ibâdinâ, wa innaka latahdî ilâ shirâthim mustaqîm
Tidak mungkin bagi seorang manusia untuk diajak berbicara langsung oleh Allah, kecuali dengan (perantaraan) wahyu, dari belakang tabir, atau dengan mengirim utusan (malaikat) lalu mewahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Mahatinggi lagi Mahabijaksana. | Demikianlah Kami mewahyukan kepadamu (Nabi Muhammad) rūh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur’an) dan apakah iman itu, tetapi Kami menjadikannya (Al-Qur’an) cahaya yang dengannya Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Sesungguhnya engkau benar-benar membimbing (manusia) ke jalan yang lurus,

QS As Sajdah (32) : 7-9
alladzî aḫsana kulla syai'in khalaqahû wa bada'a khalqal-insâni min thîn | tsumma ja‘ala naslahû min sulâlatim mim mâ'im mahîn | tsumma sawwâhu wa nafakha fîhi mir rûḫihî wa ja‘ala lakumus-sam‘a wal-abshâra wal-af'idah, qalîlam mâ tasykurûn
(Dia juga) yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan memulai penciptaan manusia dari tanah. | Kemudian, Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani). | Kemudian, Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam (tubuh)-nya. Dia menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani untukmu. Sedikit sekali kamu bersyukur.

Kristologi

QS At Tahrim (66) : 12
wa maryamabnata ‘imrânallatî aḫshanat farjahâ fa nafakhnâ fîhi mir rûḫinâ wa shaddaqat bikalimâti rabbihâ wa kutubihî wa kânat minal-qânitîn
Demikian pula Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, lalu Kami meniupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami, dan yang membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya, serta yang termasuk orang-orang taat.

QS Al Araf (7) : 172
wa idz akhadza rabbuka mim banî âdama min dhuhûrihim dzurriyyatahum wa asy-hadahum ‘alâ anfusihim, a lastu birabbikum, qâlû balâ syahidnâ, an taqûlû yaumal-qiyâmati innâ kunnâ ‘an hâdzâ ghâfilîn
(Ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang punggung anak cucu Adam, keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksiannya terhadap diri mereka sendiri (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami melakukannya) agar pada hari Kiamat kamu (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya kami lengah terhadap hal ini,”

QS Ali Imran (3) : 81
wa idz akhadzallâhu mîtsâqan-nabiyyîna lamâ âtaitukum ming kitâbiw wa ḫikmatin tsumma jâ'akum rasûlum mushaddiqul limâ ma‘akum latu'minunna bihî wa latanshurunnah, qâla a aqrartum wa akhadztum ‘alâ dzâlikum ishrî, qâlû aqrarnâ, qâla fasy-hadû wa ana ma‘akum minasy-syâhidîn
(Ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, “Manakala Aku memberikan kitab dan hikmah kepadamu, lalu datang kepada kamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada pada kamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.” Allah berfirman, “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian dengan-Ku atas yang demikian itu?” Mereka menjawab, “Kami mengakui.” Allah berfirman, “Kalau begitu, bersaksilah kamu (para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu.”

QS An Nisa (4) : 171
yâ ahlal-kitâbi lâ taghlû fî dînikum wa lâ taqûlû ‘alallâhi illal-ḫaqq, innamal-masîḫu ‘îsabnu maryama rasûlullâhi wa kalimatuh, alqâhâ ilâ maryama wa rûḫum min-hu fa âminû billâhi wa rusulih, wa lâ taqûlû tsalâtsah, intahû khairal lakum, innamallâhu ilâhuw wâḫid, sub-ḫânahû ay yakûna lahû walad, lahû mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl, wa kafâ billâhi wakîlâ
Wahai Ahlulkitab, janganlah kamu berlebih-lebihan dalam (menjalankan) agamamu dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah, kecuali yang benar. Sesungguhnya Almasih, Isa putra Maryam, hanyalah utusan Allah dan (makhluk yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang Dia sampaikan kepada Maryam dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka, berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, “(Tuhan itu) tiga.” Berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya hanya Allahlah Tuhan Yang Maha Esa. Mahasuci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Cukuplah Allah sebagai pelindung.

QS Ali Imran (3) : 59
inna matsala ‘îsâ ‘indallâhi kamatsali âdam, khalaqahû min turâbin tsumma qâla lahû kun fa yakûn
Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah kemudian berfirman kepadanya, “Jadilah!” Maka, jadilah sesuatu itu.

QS As Sajdah (32) : 7-9
alladzî aḫsana kulla syai'in khalaqahû wa bada'a khalqal-insâni min thîn | tsumma ja‘ala naslahû min sulâlatim mim mâ'im mahîn | tsumma sawwâhu wa nafakha fîhi mir rûḫihî wa ja‘ala lakumus-sam‘a wal-abshâra wal-af'idah, qalîlam mâ tasykurûn
(Dia juga) yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan memulai penciptaan manusia dari tanah. | Kemudian, Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani). | Kemudian, Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam (tubuh)-nya. Dia menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani untukmu. Sedikit sekali kamu bersyukur.

Dosa Asal (Dosa Waris)

QS Al Kahfi (18) : 50
wa idz qulnâ lil-malâ'ikatisjudû li'âdama fa sajadû illâ iblîs, kâna minal-jinni fa fasaqa ‘an amri rabbih, a fa tattakhidzûnahû wa dzurriyyatahû auliyâ'a min dûnî wa hum lakum ‘aduww, bi'sa lidh-dhâlimîna badalâ
(Ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam!” Mereka pun sujud, tetapi Iblis (enggan). Dia termasuk (golongan) jin, kemudian dia mendurhakai perintah Tuhannya. Pantaskah kamu menjadikan dia dan keturunannya sebagai penolong selain Aku, padahal mereka adalah musuhmu? Dia (Iblis) seburuk-buruk pengganti (Allah) bagi orang-orang zalim.

Adam dan Keturunan Adam
Hadis riwayat Imam Tirmidzi (No. 3002)
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Tatkala Allah menciptakan Adam, Dia mengusap punggungnya, maka berjatuhanlah semua ruh yang bakal Dia ciptakan dari anak keturunannya sampai hari kiamat. Dan Dia letakkan di antara kedua mata setiap orang dari mereka seberkas cahaya, kemudian Dia tunjukkan kepada Adam. Adam pun bertanya, “Duhai Rabb-ku, siapakah mereka ini?” Allah berfirman, “Mereka ini adalah keturunanmu.” Lalu dia melihat salah seorang dari mereka yang cahaya di antara kedua matanya menakjubkannya, lantas ia berkata, “Duhai Rabb-ku, siapakah dia ini?” Kata Allah, “Dia salah seorang keturunanmu di kalangan umat belakangan, namanya Dawud.” Lalu ia berkata, “Duhai Rabb-ku, berapakah Engkau jadikan umurnya?” Kata Allah, “Enam puluh tahun.” Adam berkata, “Duhai Rabb-ku, tambahkanlah untuknya dari umurku sebanyak empat puluh tahun.” Ketika umur Adam telah habis, Malaikat Maut mendatanginya. Beliau pun berkata, “Bukankah usiaku ini masih tersisa empat puluh tahun lagi?” Malaikat berkata, “Bukankah telah engkau berikan untuk putramu Dawud?” Beliau (Rasulullah) besabda, "Adam melakukan pengingkaran, maka anak cucunya juga melakukan pengingkaran, Adam lupa, maka anak cucunya juga lupa, dan Adam bersalah, maka anak cucunya juga bersalah."
QS 71:27

Soteriologi

QS Al Araf (7) : 190
fa lammâ âtâhumâ shâliḫan ja‘alâ lahû syurakâ'a fîmâ âtâhumâ, fa ta‘âlallâhu ‘ammâ yusyrikûn
Kemudian, setelah Dia memberi keduanya seorang anak yang saleh, mereka menjadikan sekutu bagi Allah dalam (penciptaan) anak yang telah Dia anugerahkan kepada mereka. Maka, Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.

QS 6:93
wa man adhlamu mim maniftarâ ‘alallâhi kadziban au qâla ûḫiya ilayya wa lam yûḫa ilaihi syai'uw wa mang qâla sa'unzilu mitsla mâ anzalallâh, walau tarâ idzidh-dhâlimûna fî ghamarâtil-mauti wal-malâ'ikatu bâsithû aidîhim, akhrijû anfusakum, al-yauma tujzauna ‘adzâbal-hûni bimâ kuntum taqûlûna ‘alallâhi ghairal-ḫaqqi wa kuntum ‘an âyâtihî tastakbirûn
Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata, “Telah diwahyukan kepadaku,” padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya dan orang yang berkata, “Aku akan mendatangkan seperti yang diturunkan Allah.” Seandainya saja engkau melihat pada waktu orang-orang zalim itu (berada) dalam kesakitan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sembari berkata), “Keluarkanlah nyawamu!” Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.

QS 71:17-18
wallâhu ambatakum minal-ardli nabâtâ | tsumma yu‘îdukum fîhâ wa yukhrijukum ikhrâjâ
Allah benar-benar menciptakanmu dari tanah. | Kemudian, dia akan mengembalikanmu ke dalamnya (tanah) dan mengeluarkanmu (pada hari Kiamat) dengan pasti.

Argumen tentang Kitab Taurat dan Injil

QS Ali Imran (3) : 199
Wa inna min ahlil-kitābi lamay yu'minu billāhi wa mā unzila ilaikum wa mā unzila ilaihim khāsyi‘īna lillāh(i), lā yasytarūna bi'āyātillāhi ṡamanan qalīlā(n), ulā'ika lahum ajruhum ‘inda rabbihim, innallāha sarī‘ul-ḥisāb(i).
Sesungguhnya di antara Ahlulkitab ada yang beriman kepada Allah dan pada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka. Mereka berendah hati kepada Allah dan tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga murah. Mereka itu memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah Mahacepat perhitungan-Nya.

QS Al Maidah (5) : 66
Wa lau annahum aqāmut-taurāta wal-injīla wa mā unzila ilaihim mir rabbihim la'akalū min fauqihim wa min taḥti arjulihim, minhum ummatum muqtaṣidah(tun) , wa kaṡīrum minhum sā'a mā ya‘malūn(a).
Seandainya mereka menegakkan (hukum) Taurat, Injil, dan (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan mereka , niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada umat yang menempuh jalan yang lurus. Sementara itu, banyak di antara mereka sangat buruk apa yang mereka kerjakan.

QS Al Maidah (5) : 47
walyaḫkum ahlul-injîli bimâ anzalallâhu fîh, wa mal lam yaḫkum bimâ anzalallâhu fa ulâ'ika humul-fâsiqûn
Hendaklah pengikut Injil memutuskan (urusan) menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Siapa yang tidak memutuskan (suatu urusan) menurut ketentuan yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang fasik.

QS Al Baqarah (2) : 91
wa idzâ qîla lahum âminû bimâ anzalallâhu qâlû nu'minu bimâ unzila ‘alainâ wa yakfurûna bimâ warâ'ahû wa huwal-ḫaqqu mushaddiqal limâ ma‘ahum , qul fa lima taqtulûna ambiyâ'allâhi ming qablu ing kuntum mu'minîn
Apabila dikatakan kepada mereka, “Berimanlah pada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur’an),” mereka menjawab, “Kami beriman pada apa yang diturunkan kepada kami.” Mereka ingkar kepada apa yang setelahnya, padahal (Al-Qur’an) itu adalah kebenaran yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika kamu orang-orang mukmin?”

QS Al Baqarah (2) : 121
alladzîna âtainâhumul-kitâba yatlûnahû ḫaqqa tilâwatih, ulâ'ika yu'minûna bih, wa may yakfur bihî fa ulâ'ika humul-khâsirûn
Orang-orang yang telah Kami beri kitab suci, mereka membacanya sebagaimana mestinya, itulah orang-orang yang beriman padanya. Siapa yang ingkar padanya, merekalah orang-orang yang rugi.

Posting Komentar